KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karuniaNya
saya dapat menyelesaikan makalah ini dalam mata pelajaran EVOLUSI yang berjudul “Sistematika
Protista” dalam materi ini kami tak lupa mengucapkan
terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah
ini. Dalam makalah ini yang berjudul “sistematika protista”
Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini belum mencapai kesempurnaan,
sehingga kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan dari berbagai pihak
demi kesempurnaan makalah ini. Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagikita semua.
Meulaboh, 14 Oktober
2016
KELOMPOK XI
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR...................................................................................
i
DAFTAR
ISI..................................................................................................
ii
BAB
I PENDAHULUAN.............................................................................. 1
1.1.
Latar belakang.................................................................................. 1
1.2
Rumusan Masalah............................................................................. 2
1.3
Tujuan Penulisan............................................................................... 2
BAB
II PEMBAHASAN............................................................................... 3
2.1
Pengertian protista............................................................................ 3
2.2 Ciri-ciri
protista................................................................................. 3
2.3 Protista mirip hewan (protozoa).........................................................4
2.4 Protista mirip tumbuhan
(Alga)........................................................ 10
2.5. Protista mirip
jamur...........................................................................12
BAB
III PENUTUP....................................................................................... 15
3.1
KESIMPULAN................................................................................ 15
3.2
SARAN............................................................................................ 16
DAFTAR
PUSTAKA.................................................................................... 17
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Banyak sekali organisme mikroskopis yang dalam hidup tidak pernah melalui
stadium multi sel. Tubuh organisme semacam
ini merupakan suatu masa protoplasma
tunggal yang berupa sel saja, hanya
terbagi menjadi sitoplasma dan nucleus. Organisme-organisme ini disebut
organisme uniseluler, yaitu sel tunggal yang hidup sendiri dengan bebas.
Organisme ini bisa berupa tumbuhan maupun hewan. Adakalanya organisme tertentu
sulit digolongkan. Organisme tersebut kemudian disepakati disebut Protista. Beberapa Protista mendekati sifat
hewan, beberapa mendekati sifat tumbuhan. Protista merupakan suatu takson yang
anggotanya sangat beragam. Anggotanya bukan hewan, bukan tumbuhan, bukan jamur,
dan bukan prokariot. Semua anggota kingdom Protista
merupakan eukariotik, mempunyai inti yang jelas dan organel yeng dikelilingi
membrane. Respirasi terjadi secara aerobic. Hidup bebas di laut atau air tawar,
atau parasit di cairan tubuh atau jaringan mahluk hidup lain. Kingdom ini
terdiri dari organisme tingkat rendah: protozoa, jamur lender, dan jamur air
(dulu masuk ke dalam kingdom fungi), dan ganggang. Pada beberapa klasifikasi kingdom Protista
terdiri dari semua
organisme uniseluler tapi
ini mengakibatkan kelompok
ganggang terbelah karena ada ganggang multiseluler. Pada dasarnya kingdom ini
mempunyai kesamaan struktur yang sederhana walaupun daur hidup, organisasi sel,
dan pembelahan selnya sangat beragam. Anggotanya sebagaian uniseluler dan
organisme
multiseluler yang sel-selnya belum
terdiferensiasi.
1.2 RUMUSAN
MASALAH
1.
Apa itu Protista?
2.
Apa macam Protista berdasarkan memperoleh
makanan?
3.
Apa saja kelompok Protista? Dan jelaskan!
4.
Apa saja klasifikasi organisme Protista.
5.
Apa manfaat/kerugian organisme Protista
bagi manusia
1.3
TUJUAN
1.
Dapat mengetahui pengertian protista
2.
Mengetahui ciri-ciri kingdom Protista
3.
Mengetahui klasifikasi organisme Protista.
4.
Mengetahui manfaat/kerugian organisme Protista
bagi manusia
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PROTISTA
Protista adalah yang anggotanya sangat
beragam mencakup semua makhluk hidup eukariotik (intinya mempunyai
selaput/membran inti) yangsebagian besar bersel satu (uniseluler) sampai bersel
banyak (multiseluler) yangsederhana/belum ada diferensiasi sel.
Menurut
teori evolusi, protista terbentuk kira-kira satu milyar tahun sebelum
terbentuknya tumbuhan, jamur dan hewan. Protista merupakan organisme eukariotik
awal yang merupakan organisme prokariotik.
Protista
umumnya ditemukan di air, baik air tawar maupun air laut.
Kingdom protista dibagi menjadi tiga
kelompok, yaitu protista mirip hewan, protista mirip tumbuhan dan protista
mirip jamur masing-masing kelompok memiliki ciri yang berbeda.
A.
Ciri-ciri
Protista :
-
Eukariotik, sudah memiliki membran inti.
-
Ada yang cuma satu sel (uniseluler) dan
ada yang banyak sel(multiseluler)
-
Hidup bebas koloni/soliter dan simbiosis
-
Beberapa meiliki alat gerak sederhana
-
Ada yang punya pigmen warna (alga)
-
Ada yang autotrof (memproduksi makanan
sendiri) ada juga yangheterotrof dengan menyerap atau menelan makanan.
-
Belum memiliki sistem jaringan
yang jelas.
B.
Berdasarkan cara
memperoleh makanan, protista dikelompokkan atas:
1.
Protista autototrof, yaitu protista yang
mempunyai klorofil sehingga dapatmembuat makanan sendiri melalui fotosintesis.
Fotosintesis adalah
proses pembentukan senyawa organik dari senyawa anorganik menggunakanenergi
cahaya. Contohnya : Alga
2.
Protista heterotrof, yaitu protista yang
tidak dapat membuat makanansendiri sehingga memerlukan makanan organik dari
lingkungannya.dengan cara: Fagositosis, yaitu proses memakan makhluk hidup lain
(misal
: bakteri) dengan cara memasukkan makhluk hidup yang dimakantersebut
ke dalam sel. Contohnya: Protozoa
3.
Protista saprofit dan parasit, saprofit
artinya mencerna makananorganik di luar sel dari sisa-sisa makhluk hidup yang
telah mati
dan parasit artinya menyerap sari-sari makanan dari makhluk hidupinangnya.
Contoh: jamurKelompok protista tersebut secara lebih detail dimulai dari yang
paling sederhana
Protista dikelompokkan
menjadi tiga kelompok besar yaitu :
A.
Protista mirip hewan (protozoa)
Protista yang menyerupai hewan adalah Protozoa. Protozoa berasal dari
bahasa Yunani yaitu dari kata protos artinya pertama dan zoon artinya
hewan bersel satu. Meskipun bersel satu Protozoa adalah organisme yang lengkap,
dalam arti dapat melakukan kegiatan hidup
seperti organisme yang bersel banyak.
a. Struktur dan
fungsi tubuh Protozoa :
- Tunggal (monoseluler)
serta mempunyai organ sel yang sederhana
- Alat
pernapasan dengan seluruh permukaan tubuh
- Berinti satu
kecuali Paramecium
- Ukuran 100 –
300 mikron
- Bentuknya
tetap, kecuali Amoeba
- Alat
pencernaan sitostoma / mulut sel, vakuola makanan dan sitopige anus sel,
kecuali Amoeba tidak bersitostoma / bersitopige
- Proses
pencernaan : intraseluler dalam vakuola makanan, pada Amoeba disebut
fagositosit
- Susunan
saraf / indra tidak ada, stigma merupakan bagian yang peka terhadap rangsang
cahaya
- Perkembanganbiakan
: vegetatif, dengan amitosis kecuali Paramecium dengan
konjugasi, Sporozoa dengan metagenesis. Generatif, dengan
membentuk mikrogamet dan makrogamet
- Sel tubuh
Protozoa terdiri atas tiga bagian utama, yaitu membran plasma terdiri atas
lipoprotein, sitoplasma bersifat koloid dan inti sel.
b. Klasifikasi
Protozoa
terbagi empat kelas, yaitu :
1) Kelas Rhizopoda (Sarcodina)
-
Alat gerak : pseudopodia (kaki semu)
-
Geraknya disebut gerak amoeboid
-
Pengambilan makanan secara fagosit menggunakan kaki
semu
-
Pembiakan dengan membelah diri
-
Habitat : air tawar, air laut, ada yang bersifat
parasit
Contoh
:
-
Amoeba hidup di uar tubuh organisme (hidup
bebas), misalnya : Amoeba proteus, Amoeba raksasa Chaos carolinense (dapat
mencapai 100 mikron)
-
Entamoeba hidup di dalam tubuh
organisme, mislanya pada manusia
-
Entamoeba historica / Entamoeba desentriae :
menyebabkan penyakit perut disentri Amoeba
-
Entamoeba coli : hidup di usus manusia dan
ternak, berfungsi membantu dalam pencernaan
-
Entamoeba gingivalis : hidup di dalam rongga mulut
dna menguraikan sisa-sisa makanan, sehingga dapat merusak gigi dan gusi
-
Arcella memiliki kerangka luar zat
kitin hidup di air tawar
-
Difflugia memiliki kerangka luar yang
dapat mengeluarkan selaput lendir hidup di pasir-pasir
-
Foraminifera memiliki kerangka luar yang
terdiri atas silika atau zat kapur. Sebagai petunjuk pencairan sumber minyak
bumi
-
Radiolaria hidup di laut bertubuh bulat
hampir seperti bola, kerangka zat kersik membentuk tanah radiolarian
2) Kelas Flagellata (Mastighopora)
-
Alat gerak : flagel (bulu cambuk)
-
Pengambilan makanan secara difusi melalui seluruh
permukaan tubuh
-
Pembiakan membelah diri secara memanjang
-
Habitat di perairan, ada pulayang hidup secara parasit
-
Ada yang memiliki bintik mata atau stigma dan
mengandung klorofil
Flagellata dibedakan menjadi dua,
yaitu fitoflagellata dan zooflagellata.
1) Fitoflagellata adalah Flagellata
yang dapat melakukan fotosintesis karena
mempunyai kromatofora
Contoh
:
-
Volvox globator hidup berkoloni di air tawar,
mempunyai dua flagel tiap sel
-
Euglena viridis banyak hidup di air tawar
sebagai plankton
-
Noctiluca millaris hidup di laut, tubuh dapat
memancarkan sinar bila terkena rangsangan mekanik pada waktu malam
2) Zooflagellata adalah Flagellata
yang tidak berkloroplas dan menyerupai hewan.
Contoh
:
-
Trypanosoma levinski hidup pada tikus
-
Trypanosoma evansi hidup pada ternak, penyebab
penyakit surra (malas) pada hewan dengan perantara lalat tabanus
-
Trypanosoma brucei penyebab
penyakit nagana pada ternak
-
Trypanosoma gambiense penyebab
penyakit tidur pada manusia
-
Trypanosoma cruzi penyebab penyakit animea pada
anak-anak
-
Leishmania donovani penyebab penyakit kalaazar
-
Leishmania tropica penyebab penyakit kulit
3) Kelas Cilliata (Cillophora)
-
Alat gerak silia (rambut getar)
-
Mempunyai bentuk tertentu
-
Pengambilan makanan lewat peristom (mulut) diedarkan
ke seluruh tubuh oleh vakuola
-
Pembiakan vegetatif dengan membelah diri secara
memanjang dan konjugasi dengan pertukaran isi sel
-
Habitat di perairan, ada pula yang sebagai parasit
Contoh :
-
Paramecium caudatum, berbentuk seperti sandal
-
Balantidium coli, hidup parasit pada usus besar
-
Didinium, merupakan predator di dalam
ekosistem perairan, seperti jambangan
-
Stentor, berbentuk seperti terompet,
menetap pada suatu tempat
-
Vorticella, berbentuk seperti lonceng
-
Stylonichia, berbentuk serupa siput, silianya
banyak tampak seperti duri
4).
Kelas Sporozoa
Mempunyai dua fase dalam siklus
hidupnya, yaitu vegetatif dan eritrosit manusia (sporulasi) dan generatif pada
usus nyamuk Anopheles betina.
1) Fase di dalam tubuh nyamuk (fase sporogoni)
Di dalam tubuh nyamuk ini
terlihat Plasmodium melakukan reproduksi secara seksual. Pada
tubuh nyamuk, spora berubah menjadi makrogamet dan mikrogamet, kemudian bersatu
dan membentuk zigot yang menembus dinding usus nyamuk. Di dalam usus tersebut
zigot akan berubah menjadi ookinet – ookista – sprozoit, kemudian bergerak
menuju kelenjar liur nyamuk. Sprozoit ini akan menghasilkan spora seksual yang
akan masuk dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk.
2) Fase dalam
tubuh manusia (fase skizogoni)
Setelah tubuh manusia terkena gigitan nyamuk
malaria, sporozoit masuk dalam darah manusia dan menuju sel-sel hati. Di dalam
hati ini sporozoit akan membelah dan membentuk merozoit, akibatnya sel-sel hati
banyak yang rusak. Selanjutnya merozoit akan menyerang atau menginfeksi
eritrosit. Di dalam eritrosit merozoit akan membelah diri dan menghasilkan
banyak merozoit. Dengan demikian maka ia akan menyerang dan mengeluarkan
merozoit baru. Pada saat inilah dikelaurkan racun dari dalam tubuh manusia
sehingga menyebabkan tubuh manusia menjadi demam. Merozoit ini dapat juga
membentuk gametosit apabila terisap oleh nyamuk (pada saat menggigit) sehingga
siklusnya akan terulang lagi dalam tubuh nyamuk, demikian seterusnya.
Anggota dari kelas sporozoa yang
dapat menyebabkan penyakit malaria di daerah tropis dan subtropis adalah Plasmodium.
Contoh
:
-
Plasmodium falciparum, penyebab malaria tropika,
sporulasi
-
Plasmodium vivax, penyebab malaria tertiana,
sporulasi
-
Plasmodium malariae, penyebab malaria quartana,
sporulasi
-
Plasmodium ovale, penyebab penyakit limpa, sporulasi
48 jam, plasmodium ini tidak ada di Indonesia
Selain
Plasmodium, ada juga anggota Sporozoa yang merugikan manusia yaitu Toxoplasma
gandii, yaitu merupakan penyebab penyakit toksoplasmosis yang
menyebabkan meningitis, hepatitis dan infeksi janin manusia. Jika menyerang
janin dalam kandungan, maka bayi yang lahir akan mati atau lahir dengan catat
mental, kebutaan, serta terjadinya pembengkakan hati.
Penyakit ini antara lain ditularkan
melalui makanan, khususnya daging yang pemasakannya kurang matang, yang sangat
baik sebagai tempat hidupnya tropozoit (kista Toksoplasma). Bisa juga
ditularkan oleh hewan bangsa kucing atau burung, karena di dalam sel-sel usus
kucing akan terjadi fase seksual dari Toxoplasma gandii.
B.
Protista mirip tumbuhan (alga/alga)
Protista ini bersifat fotosintetik dan memiliki
klorofil a. Yang termasuk genera ini adalah alga. Semua organisme yang disebut
alga termasuk dalam genera ini, kecualiblue green alga. Alga memiliki
pigmen hijau di samping pigmen-pigmen lain yang dominan. Ganggang memilki
bentuk dan ukuran yang beraneka ragam, ada mikroskopis, bersel satu, berbentuk
benang atau pita, atau bersel banyak berbentuk lembaran disebut talus.
Tumbuhan
alga disebut talus,karena belum dapat dibedakan antara akar, batang dan daun.
Talus ada yang tersusun atas banyak sel (multiseluler) dan satu sel
(uniseluler). Ada alga yang dapat bergerak bebas dengan bulu cambuk (flagel)
dan adapula yang tidak dapat bergerak bebas.
Reproduksi
vegetatif dapat dengan pembelahan sel, pembentukan spora kembar atau zoospora,
dan dengan fragmentasi. Perkembangbiakan generatif alga dapat terjadi antara
lain dengan konjugasi (isogami), anisogami, dan oogami. Ciri-ciri yang lain
adalah :
1. Berbentuk
benang atau lembaran
2. Terdapat
pigmen (zat warna)
- Fikosianin
(biru)
- Klorofil
(hijau)
- Fikoeretrin
(merah)
- Karoten
(keemasan)
- Fukosantin
(pirang)
3. Bersifat
autrotof karena berklorofil sehingga dapat berasimilasi
4. Terbagi
menjadi empat kelas berdasarkan pigmen dominan yang dimiliki, yaitu :
a. Ganggang
hijau (Clorophyta)
- Chlorococcum
- Chlorella
- Spiogyra
- Oedogonium
- Volvox
- Chara
- Chlamydomonas
- Ulva
b. Ganggang
keemasan (Chrysophyta)
- Ochromonas
- Vauheria
- Navicula
c. Ganggang
cokelat (Phaeophyta)
- Sargassum
- Laminaria
digitata
- Fucus
d. Ganggang
merah (Rhodophyta)
- Gelidium
- Gigartina
- Eucheuma
spinosum
C.
Protista mirip jamur (jamur lendir/dan jamur air)
a.
Subdivisi Myxomycotina / jamur lendir
Anggota kelompok ini dikenal sebagai
kapang lendir karena mempunyai masa berlendir yang menyebar dalam daur hidupnya
yang disebut denganplasmodium. Plasmodium ini mempunyai banyak nukleus.
Pengertian plasmodium di sini tidak sama dengan plasmodium malaria. Plasmodium
ini merupakan masa protoplasma yang telanjang (tanpa dinding), ukuran dan
warnanya sangat beragam dan dapat berubah-ubah bentuknya pada saat merayap di
atas permukaan substrat atau medium yang ditempatinya. Dalam keadaan yang
menguntungkan, misalnya tersedia makanan, maka plasmodium dapat bergerak-gerak
seperti Amoeba menyerbu makanannya sambil tumbuh, sehingga ukurannya semakin
bertambah.
Apabila keadaan tidak sesuai untuk pertumbuhan, misalnya
kekeringan atau tidak ada makanan maka organisme ini menjadi tidak aktif dan
akan berubah sifatnya menjadi tubuh buah / tangkai-tangkai yang akan
menghasilkan spora seperti jamur. Spora tersebut akan menyebar dibantu angin.
Jika jatuh di tempat yang cocok, maka akan berkecambah dan membentuk sel-sel
tunggal yang bergerak dengan flagella dan pseudopodia.
Selanjutnya se-sel itu akan berpasangan dan mulailah terjadinya pembentukan
plasmodium yang baru. Dengan keunikan dalam daur hidupnya, maka jamur ini
dikelompokkan dalam anggota Protista seperti jamur.
Jamur hidup
di hutan basah, batang kayu yang membusuk, sampah basah, tanah lembab. Makanan
yang dibutuhkan adalah bahan organik, bakteri, daun atau kayu-kayu yang mati.
Jamur lendir
ini dikelompokkan dalam dua tipe, yaitu jamur lendir tidak bersekat
seperti Physarum dimasukkan dalam Myxomycota dan jamur lendir
bersekat seperti Dictyostelium discoideum dimasukkan dalam
dalam Acrasiomycota. Perbedaannya, karena Myxomycota tidak bersekat-sekat maka
sel-selnya tidak dapat dipisahkan dan mempunyai banyak inti. Sedangkan yang
bersekat Acrasiomycota berupa kumpulan sel-sel yang dapat dipisahkan.
Peranan
jamur lendir jika hidup parasit pada tanaman akan menginfeksi akar tanaman yang
menyebabkan pembengkakan akar dan penyakit yang dikenal dengan bengkak akar.
Tanaman yang terserang jamur ini akarnya akan membusuk dan lama kelamaan akan
mati. Dan spora-spora tersebut siap menginfeksi bibit-bibit tanaman baru
seperti pada kubis dan kentang dapat rusak menyebabkan tanaman menjadi kerdil
dan diakhiri dengan kematian. Misalnya Phytium penyebab penyakit rebah semai
yang merusak bibit tanaman.
Siklus hidup
melalui tiga tahap yaitu :
a.
Masa lendir
b.
Masa lendir berhenti bergerak dan berhenti tumbuh,
membentuk badan buah atau sporangium untuk menghasilkan spora
c.
Tahap pertumbuhan sporaBerkembang biak secara
generatif, yaitu dua inti bersatu menghasilkan inti diploid. Contoh Fuligo
varians, Tethalium speticum.
b. Subdivisi Oomycotina
Tumbuhan
Omycotina terdiri atas benang atau hifa tidak bersekat, bercabang-cabang dna
mengandung banyak inti. Dinding selnya tersusun atas selulosa. Habitatnya di
darat maupun di air, baik sebagai aprofit pada bangkai ikan, telur ikan yag
tidak dibuahi, luka ikan dan bangkai serangga.
Berkembang
biak secara vegetatif dengan zoospora berflagel dua untuk hidup di air,
sedangkan dengan sporangium dan konidium yang hidup di darat. Reproduksi secara
generatif Oomycotina adalah dengan oogami.
Contoh : Saprolegnia parasiticam,
Phytopthora, Phytium, Plasmophora veticola.
BAB III
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
Telah
diketahui bahwa terdapat mikroorganisme yang mirip hewan dan mirip tumbuhan,
misalnya Euglena. Protista diangap sebagai organisme peralihan
antara monera dan organisme lain, baik hewan maupun tumbuhan. Protista ada yang
mirip hewan, mirip tumbuhan dan mirip jamur. Protista mirip hewan dikenal
sebagai Protista yang terdiri dari 4 filum yaitu flagellata ,
rhizopoda, cilliata dan sporozoa.
Protista mirip tumbuhan
memiliki klorofil sehingga mampu berfotosintesis dna hidup autrotof. Yang
tergolong Protista mirip tumbuhan adalah ganggang yang tidak mempunyai
akar, batang dan daun sejati, tubuhnya disebut talus karena itu ganggang tidak
tergantung tumbuhan plantae. Protista mirip jamur dibagi menjadi 2 filum,
yaitu myxomycota danoomycota. Protista umumnya
ditemukan di air, baik air tawar maupun air laut. Protista merupakan plankton
yaitu organisme berukuran mikroskopis yang melayang-layang di air.
Protista memiliki cara makan
berbeda-beda dan dapat digolongkan menjadi 3 kategori yaitu :
1. Protista
autrotof, yaitu protista yang memiliki klorofil sehingga mampu berfotosintesis
(mampu mengubah zat anorganik menjadi zat organik dengan bantuan energi matahari).
2. Protista
heterotof yang menelan makanan dengan cara memasukkan makanan melalui membran
sel dengan cara fagositesis (memasukkan makanan melalui mulut sel). Contoh
: protozoa, filum mastigophora, sacrodina, ciliophora dan sporozoa.
3. Protista
yang mencerna makanan di luar sel (ekstraseluler) dan kemudian menyerap
hasilnya berupa sari-sari makanan. Contoh : jamur lendir dan jamur
air.
3.2
SARAN
Adapun saran
penulis sehubungan dengan masalah ini, kepada rekan-rekan mahasiswa agar lebih
meningkatkan, mengenali dan mengakaji lebih dalam tentang “sistematika
protista”.
DAFTAR PUSTAKA
Istamar syamsuri. 2004. Biologi. Jakarta : Erlangga.
Sugiarti, S. Dkk. 2002. Avertebrata air jilid I. Depok : Penebar Swadaya.
Karmana, Oman.2007. Cerdas Belajar Biologi. Grafindo Media
Pertama : Bandung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar